Selamat Datang di Digestex Media

Welcome to Digestex Media

Industri Pertekstilan Akan Terus Tumbuh

Jakarta Januari 2019


Kegiatan Pabrik di PT. SritexKegiatan Pabrik di PT. Sritex

Kementerian Perindustrian menilai Industri Pertekstilan Indonesia masih tetap tumbuh yang dibantu dengan investasi baru dan ekspor yang akan terus mengalami peningkatan. Dirjen Industri Kimia Tekstil dan Aneka (IKTA) Kementerian Perindustrian, Achmad Sigit Dwiwahjono menyampaikan bahwa akhir tahun 2018 pertumbuhan IKTA mencapai 3,4% dan diprediksi akan tumbuh sebesar 3,6% - 4% pada tahun 2019.


Data dari BKPM yang diolah Kemenperin sektor kimia, tekstil dan pakaian jadi merupakan penyumbang besar investasi. Tekstil dan pakain jadi menyumbang Rp. 8,75 triliun pada tahun 2018. Dampak perang dagang Amerika – China yang juga diberlakukan terhadap tekstil dan produk tekstil China membuka peluang Indonesia meningkatkan ekspor pakaian jadi ke Amerika mengingat pangsa pasar pakaian jadi China di Amerika cukup besar mencapai 32% .


Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan sektor IKTA akan ditingkatkan ekspornya mulai dari industri pakaian, tekstil dan alas kaki termasuk diantaranya pemerintah tengah berupaya membuat perjanjian kerja sama ekonomi yang komprehensif dengan Amerika Serikat dan Uni Eropa untuk memperluas pasar ekspor tekstill dan produk tekstil (TPT) lokal.


Sementara itu kinerja ekspor tahun 2018 meski data resmi belum dirilis tetapi pelaku usaha percaya bahwa ekspor meningkat atau kemungkinan akan mencapai target yang telah ditetapkan pemerintah yaitu sebesar US$13 miliar. Upayah pemeintah yang terus memperluas kerjasama dagang dengan negara tujuan ekspor bakal meningkatkan ekspor TPT Indonesia di tahun-tahun mendatang.


Untuk memenuhi kebutuhan ekspor yang meningkat PT. Pan Brothers Tbk, berencana mengembangkan pabrik berlokasi di Tasikmalaya Jawa Barat tahun ini. Sekretaris Perusahaan PT. Pan Brother Tbk Iswar Deni mengatakan salah satu ekspansi pada tahun 2019 ini adalah pengembangan PT. Teodore Pan Garmindo Tasikmalaya 2 dengan nilai investasi sebesar US$5 juta dengan kapasitas 6 juta pieces per tahun.


Menurut Izwar Deni perusahaan juga terus berupaya melanjutkan rencana pembangunan pabrik bahan baku tekstil sintetis untuk mengurangi ketergantungan bahan baku impor, yang selama ini porsi impor synthetic woven dapat mencapai 70% sampai 80% dari total kebutuhan bahan baku.