Selamat Datang di Digestex Media

Welcome to Digestex Media

Kemenperin Siapkan Industri TPT Masuk 5 Besar Dunia

Jakarta Januari 2019


Mesin ModerenMesin Tenun

Kementerian Perindustrian menargetkan Industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) Indonesia masuk dalam lima besar dunia pada tahun 2030 dengan memasukkan sebagai salah satu pioner dalam peta jalan penerapan revolusi industri keempat.


Mudhori, Direktur Industri Tekstil, Kulit, Alas Kaki, dan Aneka Kementerian Perindustrian mengatakan implementasi industri 4.0 diyakini memperkuat daya saing global sektor TPT karena meningkatkan efisiensi dan kualitas produk. Menurutnya industri TPT Indonesia kompetitif karena karena sudah terintegrasi dari hulu hingga hilir, serta didukung sumber daya manusia yang besar untuk mendukung kegiatan produksi.


Dalam era industri 4.0, lanjut Muhdori, hampir semua sektor industri mau tidak mau harus mulai menerapkan standar operasional serta sustainability yang tinggi. Era 4.0 ini harus berorientasi otomatisasi, internet of things, 3D printing, komunikasi machine-to-machine dan human-to-machine, serta artificial intelligence.


Menurut dia, era industri 4.0 merupakan keniscayaan, sekaligus tantangan dan kebutuhan industri TPT agar lebih efisien, sambil terus meningkatkan kompetensi SDM sesuai dengan perkembangan teknologi. Sebagai sektor padat karya berorientasi ekspor, tutur Mudhori, industri TPT selama ini memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian nasional.


Penerapan industri 4.0 di salah satu perusahaan tekstil yaitu PT. Pan Brother Tbk dapat meningkatkan output perusahaan hingga dua kali lipat dengan tidak mengurangi jumlah tenagakerja karena tenaga kerja yang bertugas di divisi dialihkan ke bagian perakitan produk (assembly). Kapasitas produksi perusahaan yang berkisar 90 juta pcs per tahun dapat ditingkatkan outputnya dengan penerapan industri 4.0 tanpah menambah pabrik baru.


Sementara itu di salah satu perusahaan garmen di Kawasan Berikat Nusantara Jakarta penerapan teknologi modern dapat menghindari perusahaan tutup seperti banyak perusahaan garment lainya di Kawasan sebagai akibat dari kenaikan upah yang terjadi setiap tahun. Penutupan pabrik yang belum menerapkan mesin modern terjadi di industri padat karya seperti garmen karena tingkat kenaikan upah yang terus terjadi tidak sanggup diimbangi dengan tingkat produktifitas.


digestex magazine