Selamat Datang di Digestex Media

Welcome to Digestex Media

Kemenperin Targetkan Ekspor TPT US$15 miliar Tahun ini

Jakarta Februari 2019


Menteri PerindustrianKunjungan Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto

Kementerian Perindustrian menetapkan target ekspor Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) nasional tahun ini sebesar US$15 miliar. Di tahun-tahun sebelumnya Kemenperin telah menetapkan target ekspor TPT dimana pada tahun 2017 total ekspor sektor TPT ditargetkan sebesar US$12 miliar. Realisasi ekspor pada tahun 2017 sebesar US$12,57 atau melampaui target yang ditetapkan. Selanjutnya pada tahun 2018 ekspor TPT ditargetkan sebesar US$13,5 miliar dan kemungkinan target ini bisa tercapai. Beberapa perusahaan besar yang berorientasi ekspor menunjukkan peningkatan kinerja sepanjang tahun 2018 dimana perusahaan mampu meningkatkan ekspor dan laba perusahaan.


Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto belum lama ini mengatakan kepada awak media bahwa sampai dengan Januari – Oktober 2018 total ekspor TPT telah mencapai US$11,12 miliar atau naik 7,12% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017. Menurut Airlangga sampai saat ini industri TPT masih merupakan salah satu primadona ekspor dengan menyerap tenaga kerja yang cukup besar sehingga sektor industri ini dijadikan salah satu percontohan untuk menerapkan industri 4.0 di Indonesia. Industri TPT nasional perlu segera memanfaatkan teknologi digital seperti 3D printing, automation, dan internet of things sehingga siap menghadapi era Industry 4.0. untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Pemerintah telah menyiapkan sejumlah kebijakan yang memudahkan pelaku usaha menjalankan usaha untuk mendukung pencapaian target ini baik dari segi investasi, kepabeanan, pemangkasan birokrasi dll.


Relokasi pabrik besar-besaran ke Jawa Tengah dalam beberapa tahun terakhir ikut berkontribusi terhadap peningkatan kinerja ekspor TPT nasional saat ini karena tingkat kenaikan upah khususnya di Jabodetabek dan sekitarnya untuk industri TPT sebagai industri padat karya dirasa terlalu berat. Beberapa pelaku usaha mengungkapkan mereka relokasi ke Jawa Tengah karena tingkat kenaikan upah yang terjadi setiap tahun pada akhirnya membuat perusahaan padat karya seperti pakain jadi di Jabodetabek dan sekitarnya tidak bisa bertahan. Perusahaan terpaksa tutup atau relokasi ke daerah yang upahnya masih memungkinkan untuk beroperasi karena peningkatan upah yang terjadi tidak bisa dimbangi dengan peningkatan produktifitas. “Pada akhirnya produktifitas mencapai puncaknya dan tidak mungkin untuk ditingkatkan lagi sementara upah terus naik setiap tahun”, kata salah satu HRD perusahaan garmen di KBN Cakung Jakarta.


Melihat kinerja beberapa perusahaan besar TPT sepanjang tahun 2018 yang sebagian besar lokasi pabrik berada di Bandung dan Jawa Tengah memberikan indikasi akan pencapaian target ekspor TPT tahun ini. Diantara perusahaan yang menunjukkan peningkatan kinerja sepanjang tahun 2018 diantaranya PT. Sriteks, PT. Pan Brother, dan PT Sunson Texstile Manufacture Tbk, PT Trisula International Tbk. (TRIS), dan PT Nusantara Inti Corpora Tbk. Pelaku usaha di sektor ini percaya industri TPT Indonesia kedepan akan terus tumbuh apabila sejumlah kebijakan yang masih menghambat diperbaiki dan akses pasar khususnya ke negara tujuan utama ekspor seperti Amerika dan Uni Eropa ditekan bea masuknya melalui kerjasama dagang.