×

Masuk

Belum Terdaftar? Daftar

×

Daftar

Sudah Terdaftar?
>

Industri IKM TPT Menerapkan Industri Hijau

Jakarta, Mei 7, 2021


...
Gati Wibawaningsih, Dirjen IKMA

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih, mengatakan bahwa industri tekstil merupakan salah satu industri yang memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan negara. Namun di sisi lain, proses tekstil diminta untuk menerapkan konsep ramah lingkungan oleh banyak pihak. Sustainable textile atau tekstil berkelanjutan merupakan salah satu upaya untuk menciptakan industri hijau yang ramah lingkungan.

Seperti diketahui bersama, saat ini memang trend industri tekstil berkelanjutan sudah menjadi trend global sebagai tuntutan masyarakat dunia yang menjadi perhatian perhatian banyak pihak yang terkait di industri ini termasuk para pembuat mesin yang berinovasi menciptakan teknologi circular industri di Industri TPT. Dengan tekonologi ini waste dari tekstil dan pakaian yang selama ini menjadi sampah dapat diolah kembali menjadi bahan baku berupa serat untuk diolah menjadi benang berkualitas tinggi sebagai bahan baku pembuatan kain.

Untuk mendorong industri hijau di industri Pertekstilan, Pemerintah dalam hal ini kementerian Perindustrian melakukan kolaborasi pentahelix stakeholder dengan lima unsur pemangku kepentingan yang meliputi pemerintah, akademisi, pebisnis, komunitas dan media. Menurut Gati semua stakeholder ini berperan penting dalam pengembangan industri, terutama dalam industri perwarnaan alam. Adapun penerapan sustainable textile sendiri telah banyak dilakukan di ranah industri kecil dan menengah (IKM).

“Kami menerapkan langkah strategis guna mendukung sustainable textile di sektor IKM, di antaranya dengan melakukan pembinaan dan sosialisasi di IKM tekstil mengenai serat alam sebagai bahan baku tekstil berkelanjutan,” kata Ditjen IKMA Gati belum lama ini.

Menurutnya upaya ini sejalan dengan tujuan dari pembangunan industri hijau untuk mewujudkan industri berkelanjutan, dalam rangka efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan, menjaga kelestarian lingkungan dan memberikan manfaat kepada masyarakat. “Kami juga telah bekerja sama melalui Nota kesepahaman antara Ditjen IKMA Kemenperin dengan Ditjen Perkebunan dan Badan Litbang Kementerian Pertanian, serta Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS),” ujarnya.

Kolaborasi antara Ditjen IKMA Kemenperin dengan Ditjen Perkebunan dan Badan Litbang Kementerian Pertanian merupakan salah satu langkah strategis untuk pengembangan sektor IKM tenun melalui penyediaan bahan baku serat kapas. Dengan demikian, masing-masing pihak mempunyai tugas dan tanggung jawab sesuai dengan tupoksi dari masing-masing Direktorat dan Pemerintah Daerah, tutup Gati

Kembali