Selamat Datang di Digestex Media

Dampak Virus Corona bagi Industri TPT

Jakarta, Februari 2020


Menteri PerekonomianKegiatan ekspor import TPT

Dalam pertemuan antara pengurus dan perusahaan anggota Asosiasi Pertekstilan Indonesia (BPP API DKI Jakarta) yang berlangsung di sekretariat API Jakarta baru-baru ini terungkap bahwa penyebaran virus corona di Wuhan China mulai berdampak pada supply bahan baku. Produsen bahan baku khususnya kain mengatakan mulai merasakan adanya peningkatkan penjualan dalam negeri karena serbuan impor dari China sedikit melambat. Produsen bahan baku garmen melihatnya sebagai pertanda baik untuk musim lebaran tahun ini untuk perusahaan yang membidik pasar lokal. Sementara itu produsen garmen yang selama ini mengimpor kain sebagai bahan baku khususnya dari China mulai kesulitan mendapatkan bahan baku.


Perusahaan garmen yang mengggunakan bahan baku lokal dan juga impor bahkan dengan perbandingan 50% impor yang kebanyakan dari China dan 50% lokal mulai mengalami kesulitan. Menurut mereka kebanyakan kontrak yang telah ditandatangani menggunakan bahan baku kain dari lokal dan juga impor. Ini karena ada buyer nominated dalam memberikan order menentukan sendiri jenis dan sumber bahan baku yang akan digunakan dalam memproduksi order.


Terkait ketergantungan bahan baku dari China, sebagian kain untuk memproduksi garmen tertentu belum diproduksi di dalam negeri atau produksinya belum memenuhi kebutuhan sehingga harus diimpor. Disamping itu, perusahaan mengakui bahwa kain yang telah dirpoduksi di dalam negeri harganya lebih tinggi dibandingkan dengan produk impor. Beberapa perusahaan telah memutuskan untuk mengambail bahan baku dalam negeri untuk memastikan kegiatan produksi terus jalan. Tentu dengan konsekuensi harga dan kualitas sedikit berbeda.


Di balik kesulitan impor bahan baku dari China, ada peningkatan permintaan garmen yang dilaporkan perusahaan. Buyer yang selama ini banyak impor dari China mulai mencari sumber alternatif dari luar China untuk menjaga rantai pasok tidak terputus. Indonesia sebaiknya bisa memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan nilai ekspor.


Berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik, ekspor produk pakaian dan aksesoris pada sepanjang 2019 mencapai nilai 4,48 miliar dolar AS, atau lebih rendah dibandingkan perolehan 2018 dengan 4,49 miliar dolar AS. Amerika menjadi negara tujuan ekspor dengan peningkatan paling tinggi untuk periode Desember 2019 dengan 192 juta dolar AS.


Data dari Otexa menunjukkan harga jual garmen Indonesia tahun 2019 di Amerika termasuk sangat tinggi yaitu US$3,89/SME dibandingkan dengan China US$2,24/SME, Bangladesh US$2,94/SME, Pakistan US$2,44/SME Vietnam US$3,42/SME, dan Kamboja US$2,56/SME.


Berita Terkini




Populer