Selamat Datang di Digestex Media

Dampak Corona Import Bahan Baku dipermudah

Jakarta, Maret 2020


Import Bahan BakuImport Bahan Baku

Presiden Joko Widodo meminta agar impor kebutuhan bahan baku industri manufaktur dalam negeri dipermuda sehingga kegiatan produksi dan inflasi yang selama lima tahun dijaga tidak terganggu sebagai dampak dari merebaknya virus corona. Menurut Presiden apabila proses produksi tergnggu karena terkendala bahan baku maka akan mendorong harga barang menjadi naik dan kenaikan harga mendorong inflasi. Ekspor ekspor juga bakal terganggu apabila tidak ada bahan baku untuk memproduksi barang yang akan diekspor.


Jokowi menilai impor bahan baku terhambat karena sulit mengurus berbagai dokumen administrasi. Importir memerlukan rekomendasi dari berbagai pihak ketika ingin mengimpor suatu barang ke Indonesia. Untuk itu Presiden meminta untuk menyederhanakan prosedur impor karena saat ini situasi sangat tidak normal, dengan menyebarnya virus corona.

Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono mengatakan, pemerintah telah menyiapkan empat kebijakan untuk menstimulus perdagangan guna menekan dampak penyebaran virus corona baru (COVID-19) terhadap perekonomian. Adapun langkah yang disipkan adalah:


Pertama, pemerintah akan menyederhanakan berbagai ketentuan larangan-pembatasan (lartas) atau Tata Niaga Ekspor. Tata niaga ekspor tersebut bakal dipermudah atau bahkan dihapuskan.

Kedua, pemerintah akan mengurangi lartas impor dan melakukan percepatan proses impor, terutama untuk barang yang diimpor oleh 500 importir terpercaya (reputable importer). Ketiga, pengurangan lartas khususnya untuk impor bahan baku. Langkah tersebut dilakukan untuk memperlancar pasokan bahan baku dan bahan penolong industri agar kegiatan produksi tidak terganggu. “Lartas impornya kita kurangi, sebisa mungkin kita hapuskan,” ujar dia.


Keempat, pemerintah akan mengurangi biaya logistik dengan melakukan efisiensi proses logistik, mislanya dengan mendorong integrasi Indonesia National Single Window (INSW) dengan Inaportnet melalui pembentukan National Logistics Ecosystem untuk mengurangi biaya logistik di pelabuhan


Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita berjanji, Pemerintah berupaya menjaga industri manufaktur dalam negeri tetap beroperasi di tengah wabah Covid-19 di dunia. Salah satunya dengan menurunkan bea masuk untuk produk bahan baku industri. Dia berharap agar asosiasi industri nasional bisa mengantisipasi dampak mewabahnya virus corona terhadap manufaktur dalam negeri yang menurut para ahli diprediksi akan berkepanjangan. ’’Saya sebagai menteri perindustrian harus siap untuk bekerja sama dengan asosiasi untuk kemungkinan terburuk, apabila wabah Covid-19 belum bisa teratasi,” katanya (Admin)


Berita Terkini




Populer