Selamat Datang di Digestex Media

Welcome to Digestex Media

INDUSTRI GARMENT KAMBOJA SAMBUT KEBIJAKAN BARU TINGKATKAN DAYA SAING


Januari 2019



Industri TPT KambojaPabrik Garment Kamboja

Asosiasi Pabrik Garmen Kamboja (GMAC) menyambut baik kebijakan baru pemerintah untuk meningkatkan daya saing industri dan mengamankan perdagangan dalam negeri apabila Uni Eropa dan Amerika benar-benar melaksanakan ancamannya mencabut fasilitasn akses perdagangan yang diberikan selama ini. Uni Eropa dan Amerika merupakan pasar tujuan utama ekspor garmen Kamboja dimana Uni Eropa memberikan failitas ekspor melalui EBA (Everthing But Arms) yang membebaskan besa masuk. Sementara pembebasan bea masuk di pasar Amerika diberikan emlalui GSP (Generalise System Preference) untuk pasar Amerika. Kedua pasar utama ini kemingkikan besar akan akan mencabut fasilitas ini sehingga Kamboja akan bersaing dengan negara lain yang tidak mendapatkan pembebasan bea masuk.


Media setempat Khemer Times melaporkan bahwa Perdana Menteri Kamboja Hun Sen telah memiliki strategi untuk mengatasi ancaman Uni Eropa dan Amerika terkait pencabutan fasilitas bebas bea masuk. Hunsen mengantisipanya dengan kebijakan baru yang disebutnya "Kebijakan Kemandirian Nasional ". Kebijakan ini dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan pertumbuhan ekonomi Kamboja dari pasar Eropa dan Amerika dengan cara memangkas hambatan dagang khususnya yang terjadi di perbatasan selama ini untuk meningkatkan daya saing


Strategi yang akan dijalankan yaitu memperbaiki kebijakan perdagangan dan prosedur kepabeanan untuk memangkas biaya ekonomi tinggi di perbatasan. Untuk itu Perdana Menteri akan mengurangi Lembaga atau institusi dan personal yang beroperasi di pintu perbatasan sehingga yang ada nantinya tinggal menyisakan imigrasi dan petugas pabean.

“Saat ini kami memilki banyak lembaga yang beroperasi di perbatasan dan menimbulkan hambatan dan biaya ekonomi tinggi. Pengeluaran yang tidak perlu dan korupsi harus dikurangi untuk mengurangi ketergantungan negara dan ini harus benar-benar kami lakukan " katanya dalam jumpa pers dengan media setempat.


Dia mengatakan biaya ekspor impor harus dipangkas untuk membuat perdagangan lebih menguntungkan. "Kami harus memilki startegi untuk melindungi dan memperbaiki sektor bisnis sehingga kami harus bisa bertahan meskipun kami tidak lagi mendapatkan fasilitas EBA (Everything but Arms Scheme) ". Sekitar 75,5% ekspor garment KAmboja di ekspor ke Uni Eropa. Pertengahan Januari 2019 dua Senator Amerika yaitu Ted Cruz dan Chris Coons mengusulkan Pakta Perdagangan Kamboja 2019 mengharuskan pemerintah Amerika untuk meninjau kembali GSP yang diberikan ke Kamboja.