Welcome to Digestex Media

SRITEX MEMIMPIN PASAR 2017

Jakarta July 2018


Menteri PerdaganganPT. Sritex

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Sri Rejeki Isman (Sritex) di Solo, belum lama ini, memutuskan untuk membagi deviden senilai Rp 163,6 miliar atas laba bersih perusahaan di 2017. Total angka deviden itu mengalami kenaikan sangat siginifikan, yaitu meningkat 193 persen dibanding tahun sebelumnya Rp 55,78 miliar.


Seperti dikutip dari salah satu harian nasional Presiden Direktur PT Sri Rejeki Isman Iwan Setiawan usai RUPS mengatakan bahwa deviden akan dibagikan untuk 20.452.176.844 lembar saham dan akan dibayarkan 21 Juni kepada para pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan per tanggal 31 Mei 2018.


Lebih lanjut Iwan mengatakan, dengan kenaikan laba selama 2017, perusahaan yang berpusat di Sukoharjo itu mampu menunjukan kinerja yang makin kuat dan meningkat dengan membukukan penjualan 759,3 juta Dolar AS selama 2017 atau naik 12 persen dari penjualan 2016 yakni 679,9 juta dolar AS. Nilai total penjualan ekspor perusahaan tahun lalu 405 juta Dolar AS dan memberi kontribusi 53,3 persen dari total penjualan dengan kenaikan nilai 13,4 persen dibanding penjualan ekspor 2016.


"Peningkatan total penjualan perusahaan selama 2017 merupakan wujud keberhasilan dari strategi-strategi yang dijalankan. Mencakup peningkatan kapasitas produksi, efisiensi proses produksi dan operasional serta fokus pada penjualan produk-produk bernilai tambah," jelasnya. Iwan Setiawan menyatakan, jika dibandingkan dengan beberapa pesaing domestik, Sritex masih pemimpin pasar pada 2017 dengan membukukan total penjualan yang lebih besar dibanding para pesaing. Pihaknya melihat industri tekstil nasional secara keseluruhan masih akan mengalami peningkatan. Terlebih dengan mempertimbangkan adanya kecenderungan peningkatan permintaan dari pelanggan yang diiringi penambahan basis pelanggan.


Negara-negara di kawasan Asia Tenggara, memberi kontribusi sembilan persen pada pangsa pasar tekstil global. Sementara di Asia Tenggara, kontribusi Indonesia mencapai 30 persen untuk pangsa pasar tekstil. "Kinerja ekspor tekstil Indonesia, selama beberapa tahun terakhir naik rata-rata 7,9 persen per tahun," katanya