Welcome to Digestex Media

Industri TPT harus melakukan transformasi untuk menghadapi era industri 4.0

Jakarta Oktober 2018


Menteri PerdaganganPT. Sritex

Belum lama ini Presiden Joko Widodo mengingatkan bahwa Indonesia tidak boleh ketinggalan dalam mengaplikasikan konsep Industri 4.0 sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing Indonesia di era digital saat ini. Sama halnya dengan revolusi industri di generasi sebelumnya, industri 4.0 ini mengejar hasil yang sama, yaitu peningkatan pendapatan, penghematan biaya serta efisiensi operasional. Konsultan bisnis kenamaan, PricewaterhouseCooper (PwC), dalam laporannya, menyebutkan bahwa transformasi digital dan revolusi industri 4.0 diperkirakan akan menambah pendapatan perusahaan di Asia Pasifik sebesar 39 persen selama lima tahun ke depan.


Terkait hal ini, Kemenperin telah menetapkan 10 prioritas bagi industri yang akan masuk era 4.0 diantranya termasuk industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT) sehingga diperlukan perbaikan alur aliran material, meningkatkan kualitas SDM, membangun infrastruktur digital nasional, menarik investasi asing, pemberdayaan UMKM dan melakukan harmonisasi aturan dan kebijakan.


Sekretaris Jenderal Kementerian Perindustrian Haris Munandar mengatakan bahwa dalam era industri 4.0 pelaku usaha di sektorTekstil dan Produk Tekstil (TPT) harus melakukan transformasi untuk menghadapi era industri 4.0. Menurutnya dalam era industri 4.0, terjadi konektivitas antara manusia, mesin, dan data.


Lebih lanjut Haris Munandar mengatakan bahwa masih terdapat produksi dalam negeri yang masih lemah untuk bersaing dengan produsen negara lain seperti weaving, knitting, dyeing, finishing, spinning dan serat. Upaya memperkuat sekor ini diperlukan peningkatan kapasitas melalui investasi mesin modern dengan skema pembiayaan yang ramah industri." Industri TPT akan terus berkembang. Ini sejalan dengan permintaan pakaian di masyarakat yang tak mungkin berkurang," kata Haris dalam pernyataannya pada seminar Strategi Transformasi Industri TPT Menuju Industri 4.0, Jumat belum lama ini. .


Pelaku Usaha di sector ini membutuhkan bantuan pemerintah dan pihak-pihak terkait guna bertransformasi dan menerapkan standar industri 4.0. Dari sisi power, manpower, dan market access Indonesia kalah bersaing dengan Bangladesh dan Vietnam