Selamat Datang di Digestex Media

Welcome to Digestex Media

UPAH PEKERJA GARMENT BANGLADESH AKAN DIREVISI


Januari 2019



Industri TPT VietnamDemo Tuntuan Kenaikan Upah Pekerja Pabrik Garment Bangladesh

Demo pekerja pabrik garment Bangladesh yang berjumlah ribuan pekerja dari sekitar sepuluh perusahaan pada tanggal 8 Januari 2019 berlangsung rusuh setelah para pekerja memblokir jalan yang menuju bandara Hazrat Shahjalal International Dhaka. Polisi terpaksa membubarkan para demonstran dengan tembakan gas air mata dan peluruh karet yang dibalas oleh para demonstran dengan melemparkan batu bata ke polisi dan membakar kendaraan. Media setempat melaporkan insiden ini mengakibatkan timbulnya korban dari demionstran yaitu satu meninggal dan puluhan lainnya mengalami luka-luka.


Demonstrasi ini merupakan aksi ketidak puasan atas tuntutan kenaikan upah oleh para pekerja dinilai terlalu rendah sehingga tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari pekerja dimana harga mengalami kenaikan yang tidak bisa diimbangi dengan besaran kenaikan upah. Tuntutan kenaikan upah oleh pekerja garmen telah berngsung berbulan-bulan di Bangladesh dan Pemerintah telah memutuskan untuk menaikan upah upah minimum sebesar 8.000 taka per bulan atau sekitar 95 dolar AS efektif diberlakukan per Januari 2019. Namun besaran kenaikan ini justru diprotes oleh pekerja. Sebelumnya besaran upah minimum sebesar 63 dolar Amerika per bulan sejak tahun 2013.


Para pekerja menuntut kenaikan upah paling sedikit sebesar 16.000 taka per bulan atau sekitar 191 dolar AS untuk bisa mengimbangi kenaikan harga kebutuhan hidup pekerja. Seperti dilaporkan media setempat salah satu peserta demo mengatakan kepada media bahwa gaji yang mereka peroleh selama ini dari perusahaan sama besarnya dengan gaji pembantu mereka.


Bangladesh merupakan negara eksportir garment terbesar kedua di dunia setelah China dengan angka ekspor tahun lalu berkisar US$30 miliar dolar Amerika. Merek terkenal dunia seperti antara lain Zarah, H & M dan Uniqlo diproduksi di Bangladesh. Atas kejadian ini Menteri Perdagangan yang baru saja terpilih Tipu Munshi berjanji akan meninjau kembali besaran kenaikan upah pekerja garmen. Seperti dilaporkan Reuter Pemerintah berjanji akan meninjau ulang besaran kenaikan upah pekerja. Para pekerja dihimbau untuk segera kembali bekerja sementara pemerintah segera membentuk tim yang terdiri dari unsur pengusaha, pemerintah dan ketua serikat pekerja untuk duduk bersama menentukan besaran tambahan kenaikan upah.

Sementara itu ketua Asosiasi Garment Bangladesh terus menghimbau agar pekerja kembali bejerja dan mengancam para pekerja tidak akan mendapatkan bayaran apabila mereka tidak kembali bekerja dan pabrik akan tutup sampai pada waktu yang tidak ditentukan